Komentar

titlekomentar

Berikut ini adalah komentar dari mereka yang telah merasakan keistimewaan rasa dari Rendang Uni Farah.

Bondan Winarno (Jalan Sutra)
“Rendang dagingnya saya cicipi dengan singkong rebus. Whoa! Mak nyuss! Ada aroma asap, karena memang dimasak dengan arang. Tidak terlalu pedas. Guriiih sekali. Agak basah berminyak, dalam arti belum hitam kering. Dan juga ada kacang merahnya. Tekstur dagingnya firm, tapi patah dengan gigitan lembut. Karena kemasannya bagus (vacuum pack maupun glass jar),

saya pikir ini bisa jadi gift item yang menarik. Rendang ini masih bikinan rumah, dikemas cantik.”

Santi Kusmayanti
(ibu rumah tangga/hobi travelling) imgkomentar Rendang yang satu ini tekstur daging maupun rasanya membuat saya kagum. Dibuat dengan penuh ketelatenan sepenuh hati, membuat hidangan ini tak ada duanya sekalipun jika saya menikmati langsung di tanah asalnya, Padang. Originalitas rasanya terjaga sempurna melalui proses pembuatan yang masih mempertahankan tradisi lama. Kayu bakarnya membuat aroma smokey tetap terendus, dengan resapan bumbu yang maksimal tanpa membuat dagingnya hancur. Luar biasa! Saya juga sangat mengapresiasi rasa rendang udang yang begitu memikat. Kaldu udang yang menjelma bersama minyak kelapa dari santan benar-benar lezat jika disantap dengan nasi putih hangat, bahkan ketika saya siram di atas pasta spageti sekalipun !! it is appetite me so well! Saya ketagihan!

Ningrum Maurice Nugroho (Ustazah, Pembawa Acara)
Paling pusing kalau udah mikir menu…..
Apalagi kalau ke Tanah Suci, masalah makanan adalah yang utama, walaupun kadang suka ’males’ makan.
Rendang Uni Farah, jadi solusi… Makan rendang ini berasa banget ”tradisionalnya”. Selain memang bumbunya yang khas ditambah masaknya yang ’khas’ pula dengan kayu bakar. Jadi rasa dan aromanya hhmmmm…. Maknyuuuuusss. Apalagi dikemas sangat artistik etnik dan apik hygienis… Nyenengin sekali buat hantaran or gift.. Bangga gitu lho ngasihnya. Apalagi kalau keluar negeri, exciting saudara kita disana nerimanya.. Makanan langka nusantara… Ajiiiibb deh pokoknya Rendang Uni Farah.

Lily Djody (Pluit)
Karena kesukaan alias doyan rendang, keluarga kami di China selalu minta dibawakan bumbu rendang sebagai oleh2, namun mereka kesulitan memasaknya. Lalu aku order Rendang Uni Farah untuk dibawa ke China bulan April dan responnya luar biasa dan minta dibawakan lagi jika ada kunjungan kesana (order lagi dech, hahaha) Aku juga nggak khawatir dengan kemasan, aku tidak menemukan kebocoran. Jujur aku sendiri belum mencicipi, tapi respon yang bagus dari keluarga di China, harusnya gak perlu diragukan lagi dech..

Linda Maryorie (Bandung)

Rendangnya mbak Reno mengingatkan akan masa kecil dimasakin rendang sama tante yang asli Padang… Rendangnya hitam dan rasanya hhmmmm…. yummyyy, dimakan sama nasi hangat atau buat isian roti pas banget.. apalagi kalau beli yang sachet, praktis banget, enaknya bisa dipanasin satuan dan langsung dinikmati tanpa harus repot.

Wahyu Ramadhan (Marcomm RCTI)
Saya beli rendang untuk dikonsumsi bersama dengan teman-teman kantor. Rasanya enak, sampai saya perhatikan semua teman-teman jadi pada nambah. Sukses buat Rendang Uni Farah.

Bapak Andi (Pondok Indah)
Saya pertama kali mencicipi rendang karena dapat kiriman dari teman, eh ternyata rasanya enak. Langsung saya hubungi, dan order buat diri sendiri dan sekalian buat dikirim ke teman-teman yang lain