Tabula Rasa

SYUTING

IMG-20140212-WA000

photo(11)

photo(10)

 

Ada dapur dibelakang dapur..

Menarik ya, ada dapur dibelakang dapur. Saya meminta satu set dapur dengan peralatan yang cukup lengkap untuk menunjang syuting ini. Ada kalanya bahan yang sudah disiapkan dari rumah tidak bisa bertahan lama, atau lebih baik dibuat ditempat agar lebih segar. Beberapa masakan yang disiapkan ditempat  antara lain lado mudo agar warna hijaunya lebih jrengki. Papeda dan ikan kuah kuning juga disiapkan chef adzan sebelum syuting. Senang rasanya ketika ikan kuah kuning matang dicicipi Jimmy dan dengan mata berbinar ia bilang “Makasih Chef, makanan ini rasanya seperti masakan mamaku”.

Nasi kotak

Selalu ada yang menarik di lokasi syuting. Salah satunya adalah nasi kotak buat para crew, pemain dan semua yang terlibat di syuting ini. Pak Boncel di daerah tebet yang bertugas menyiapkan makanan buat kami. Makan pagi, makan siang, makan malam, dengan dua kali makanan selingan jam 10 pagi dan jam 4 sore. Ayam bakar dengan sambel yang mengejutkan, ternyata enak sekaliii..Ketupat sayur, bubur ayam untuk makan pagi. Cah daging cabai hijau, aneka tumisan sayur, pecel ayam, wah sampai lupa apalagi menunya.  Konon para pembuat makanan untuk syuting ini sudah tersohor.. Mereka membuat berpuluh bahkan kadang ratusan tiap kali waktu makan. Untuk syuting Tabula Rsa yang terlibat lebih dari 50 orang. Nyaris tidak ada pengulangan lauk dari beberapa hari syuting. Waktu datangnya makanan ini juga tepat waktu. Jam setengah 11 siang makanan sudah sampai, jam 6 sore makan malam sudah datang. Di tengah-tengah itu semua kadang datang makanan tambahan dari Lala Timothy selaku produser, snack, juice, sampai cheese burger,  hahaha menetralkan lidah dari santan.. :D

Masak, masak dan masak

Ini pengalaman baru buat ku. Menunggu waktu syuting. Callingan jam 9 pagi, melihat story board adegan masak, kemudian… menunggu sampai saat syutingnya datang. Kadang syuting masak itu baru dimulai jam 3 sore, bahkan bisa sampai malam hari berada di lokasi syuting. Duh apa yang bisa kulakukan? MP3 sudah bolak balik rit nya, bawa bacaan juga sudah tamat, mondar mandir beli jajanan, mengunyah, duduk sambil tidur, jajan lagi di warung bakso depan lokasi, bolak balik tiap hari seperti itu nyaris bikin linglung.. Akhirnya aku dan Adzan mengambil alih dapurnya Mak saat syuting sedang diruang lain. Melirik apa yang bisa dimasak. Tumpukan telur, cabe merah dan hijau, daging yang sudah terpotong menjadi incaran kami. Ayam goreng, dendeng, atau apalah yang bisa dimasak… Lucunya kalau bunyi minyak berdesis saat menggoreng berbarengan dengan saat pengambilan gambar di ruang lain.. Asisten sutradara akan datang menghampiri dapur dan berkata, “Uni, Chef, maaf masaknya bisa dihentikan dulu? Bunyinya sampai kedalam”. Klik tombol kompor langsung dimatikan, dan kami diam kembali hehehehe..

photo(16)

Salam,

Reno Andam Suri.

Comments Are Closed